Tanaman Jelai jadi Makanan Alternatif Penganti Beras

img

TENGGARONG. Balai Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) melaksanakan panen perdana tanaman Jelai, panen perdana dilakukan langsung oleh Wakil Bupati (Wabub) kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, di Kecamatan Loa Kulu, Desa Loh Sumber, belum lama ini.

Edi Damansyah mengatakan, hasil penelitian dari Balitbangda dengan tim peneliti dari Universitas Mulawarman, tanaman Jelai ini sangat berpotensi besar untuk di kembangkan di Kukar, nanti apa yang sudah di capai dari hasil penelitian ini, bagaimana pola pengembangannya.

“Sebenarnya tanaman jelai ini memang sudah ada dari dulu hanya saja tidak pernah di kembangkan serta di teliti” katanya.

Edi juga mengatakan hasil penelitian ternya nutrisi yang terkandung pada jelai sangat tinggi, dari hasil produksi juga kalau dibandingkan dengan beras jelei ini lebih tinggi produksinya, karena masa penennya cepat tiga kali dalam setahun.

“Jelai ini ternyata memiliki karbohidrat yang rendah dengan protein yang tinggi, bagus untuk dikomsumsi oleh penderita deabetes dan yang sedang menjalani program diet” bebernya.

Tamanam jelai ini masih banyak yang belum mengetahuinya pemerintah kukar sangat mengapresiasi penelitan ini yang di kembangkan di kawasan pusat kegiatan belajar milik gunawan.

“Semoga apa yang kita lakukan ini bisa berkelanjutan dengan terus melakukan pengembangannya serta mensosialisasikannya kepada masyarakat luas, bahwa taman jelai ini adalah makanan alternatif selain padi” harap Edi.

Menurut Peneliti dari Unit Layanan Strategis Pengelolaan Pertanian Terpadu dan Agribisnis Unmul, Suyadi, tanaman jelai ini sebenarnya termasuk tanaman lahan kering, yeng relatif tahan akan kekeringan dibanding tanaman padi.

“Awal pertama kami menemukan tanaman jelai ini pada saat kemarau panjang 1998 pada saat membagikan beras di wilayah Kutai Barat” ujarnya.

Tanaman ini sebetulnya pernah dikembangkan di kalimantan timur sejak para petani telah mengetahui sistem pertanian padi ladang bepindah, petani selalu menanam jelai sebagai selingan

“Dan itu dijadikan para petani untuk makanan selingan, jadi pada saat gotong rayong memanam padi ladang kita pasti disuguhi dengan bubu jelai dulunya” jelas Suyadi.

Setelah di teliti lanjut Suyadi ternyata nutrisi jelai itu sangat luar biasa, jelai mengandung protein 14 sampai 26 persen tergantung lokasin dan faritasnya sedangkan padi hanya di bawah 8 persen.

“menurut hasil penelitian yang sudah kami lakukan je;ai ini sangan bagus untuk penderita diabetes, kerena memiliki kandungan protein tinggi dan karbohidrat yang rendah ini, hal ini yang mendorong saya dan pak Gunawan untuk mengembangkan jelai” paparnya. aji/poskotakaltimnews.com